Edukasi Demokrasi, Bawaslu Dampingi Pemilihan Ketua-Wakil Ketua OSIS SMKN 2 Solo

ESPOS.ID – Para siswa mengikuti Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMKN 2 Solo yang didampingi Bawaslu Solo di sekolah setempat, Senin (2/2/2026). (Istimewa)

Esposin, SOLO — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Solo memberikan pendampingan secara langsung dalam proses pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS atau Pemilos di SMKN 2 Solo. Hal itu sebagai bentuk edukasi tentang demokrasi sejak dini kepada generasi muda. 

Anggota Bawaslu Solo, Agus Sulistyo, mengatakan pendampingan Pemilos SMKN 2 Solo itu sebagai bentuk komitmen Bawaslu Solo dalam mendukung penguatan pendidikan demokrasi sejak dini. Agus menjelaskan Pemilos SMKN 2 Solo digelar pada Senin (2/2/2026).

Sebanyak 2.400 siswa-siswi SMKN 2 Solo menjadi pemilih dalam pesta demokrasi tingkat sekolah itu. Pemilihan OSIS atau Pemilos ini dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi e-voting sebagai bagian dari inovasi pembelajaran demokrasi yang menyesuaikan dengan perkembangan era digital.

“Pemilihan OSIS merupakan sarana strategis dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai praktik demokrasi yang baik dan benar. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang mekanisme pemilihan, tetapi juga memahami nilai-nilai dasar demokrasi seperti kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan partisipasi aktif,” ujar Agus saat diwawancarai Espos melalui telepon, Selasa (3/2/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Kota Solo melakukan pendampingan terhadap proses pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS, khususnya dalam memastikan seluruh tahapan berjalan secara tertib, transparan, dan sesuai dengan prinsip demokrasi.

Pendampingan ini merupakan bagian dari peran Bawaslu dalam mendorong tumbuhnya kesadaran demokrasi sejak dini, terutama bagi pemilih pemula di lingkungan pendidikan.

Pemanfaatan teknologi e-voting dalam Pemilos dinilai memberikan pengalaman baru bagi para siswa. Sistem ini memungkinkan proses pemungutan suara berjalan lebih efisien, cepat, dan terstruktur, sekaligus memperkenalkan konsep pemilihan berbasis digital kepada peserta didik.

“Kami hadir untuk memberikan penguatan pemahaman bahwa penggunaan teknologi dalam pemilihan harus tetap menjunjung tinggi prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Dengan demikian, teknologi tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga sarana untuk memperkuat integritas proses demokrasi,” terang Agus.

Pemilihan Secara E-Voting

Dia berharap Pemilihan OSIS berbasis e-voting di SMKN 2 Solo menjadi prototipe atau model percontohan bagi pelaksanaan Pemilos di sekolah-sekolah lain, baik di tingkat SMA maupun SMK.

“Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi prototipe bagi pemilih pemula di beberapa SMA dan SMK. Ini merupakan contoh yang baik agar kehidupan demokrasi dapat dimulai dari kalangan pemuda, khususnya pemilih pemula, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai demokrasi di era digital,” ungkap dia.

Menurut Agus, penerapan e-voting dalam Pemilos merupakan langkah adaptif dalam menjawab tantangan zaman, sekaligus menjadi media pembelajaran bagi siswa untuk memahami demokrasi yang modern dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut, Agus Sulistyo menegaskan sekolah memiliki peran penting sebagai ruang pembelajaran demokrasi. Melalui Pemilihan OSIS, siswa diajak untuk terlibat langsung dalam proses demokrasi, mulai dari mengenal calon pemimpin, menyampaikan aspirasi, hingga menentukan pilihan secara mandiri dan bertanggung jawab.

Pembelajaran demokrasi di lingkungan sekolah dinilai sangat strategis karena dapat membentuk karakter dan sikap demokratis sejak dini. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi siswa ketika kelak terlibat dalam pemilu dan pilkada sebagai warga negara yang memiliki hak pilih.

“Pendidikan demokrasi tidak cukup disampaikan melalui teori, tetapi perlu diwujudkan dalam praktik nyata yang dapat dirasakan langsung oleh peserta didik. Pemilos berbasis e-voting menjadi salah satu bentuk praktik demokrasi yang sangat baik,” tegas dia.

Sementara itu, dalam Pemilos itu, Hisyam Kamil Murtadho dan Naufal Budi Anggoro terpilih menjadi Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMKN 2 Solo periode 2026-2027.

Mereka mendapatkan 43 persen suara mengalahkan pasangan lain yaitu Azzam Alifaydin Akmal dan Velove Azalia Putri, serta Aurel Richelle Yusnanto dan Muhammad Evan Setya Nugraha. Pasangan Azzam-Velove mendapatkan 21 persen suara dan pasangan Aurel-Evan memperoleh 36 persen suara. 

Sumber : https://solopos.espos.id/edukasi-demokrasi-bawaslu-dampingi-pemilihan-ketua-wakil-ketua-osis-smkn-2-solo-2186303

Scroll to Top