Bawaslu Solo Dampingi Pemilihan OSIS E-Voting di SMKN 2 Surakarta: Wujudkan Demokrasi Digital Sejak Dini

SOLO – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Surakarta (Solo) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan pendidikan demokrasi sejak dini. Salah satunya melalui pendampingan pelaksanaan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMK Negeri 2 Surakarta Periode 2026/2027.

Kegiatan dilaksanakan Senin, 2 Februari 2026 dan diikuti oleh sekitar 2.400 pemilih dari kalangan siswa. Pendampingan dilakukan langsung oleh Anggota Bawaslu Solo Agus Sulistyo, S.E., M.M., yang hadir memenuhi undangan pihak sekolah.

Pemilihan OSIS atau Pemilos ini dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi e-voting, sebagai bagian dari inovasi pembelajaran demokrasi yang menyesuaikan dengan perkembangan era digital. Bawaslu Solo memandang bahwa Pemilihan OSIS merupakan sarana strategis dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai praktik demokrasi yang baik dan benar.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang mekanisme pemilihan, tetapi juga memahami nilai-nilai dasar demokrasi seperti kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan partisipasi aktif.

Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Solo melakukan pendampingan terhadap proses pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS, khususnya dalam memastikan seluruh tahapan berjalan secara tertib, transparan, dan sesuai dengan prinsip demokrasi. Pendampingan ini merupakan bagian dari peran Bawaslu dalam mendorong tumbuhnya kesadaran demokrasi sejak dini, terutama bagi pemilih pemula di lingkungan pendidikan.

Pemanfaatan teknologi e-voting dalam Pemilos dinilai memberikan pengalaman baru bagi para siswa. Sistem ini memungkinkan proses pemungutan suara berjalan lebih efisien, cepat, dan terstruktur, sekaligus memperkenalkan konsep pemilihan berbasis digital kepada peserta didik.

Bawaslu Solo untuk memberikan penguatan pemahaman bahwa penggunaan teknologi dalam pemilihan harus tetap menjunjung tinggi prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Dengan demikian, teknologi tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga sarana untuk memperkuat integritas proses demokrasi.

Anggota Bawaslu Solo, Agus Sulistyo, menyampaikan bahwa pelaksanaan Pemilihan OSIS berbasis e-voting di SMK Negeri 2 Surakarta diharapkan dapat menjadi prototipe atau model percontohan bagi pelaksanaan Pemilos di sekolah-sekolah lain, baik di tingkat SMA maupun SMK.

“Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi prototipe bagi pemilih pemula di beberapa SMA dan SMK. Ini merupakan contoh yang baik agar kehidupan demokrasi dapat dimulai dari kalangan pemuda, khususnya pemilih pemula, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai demokrasi di era digital,” ujar Agus Sulistyo.

Menurutnya, penerapan e-voting dalam Pemilos merupakan langkah adaptif dalam menjawab tantangan zaman, sekaligus menjadi media pembelajaran bagi siswa untuk memahami demokrasi yang modern dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut, Agus Sulistyo menegaskan bahwa sekolah memiliki peran penting sebagai ruang pembelajaran demokrasi. Melalui Pemilihan OSIS, siswa diajak untuk terlibat langsung dalam proses demokrasi, mulai dari mengenal calon pemimpin, menyampaikan aspirasi, hingga menentukan pilihan secara mandiri dan bertanggung jawab.

Pembelajaran demokrasi di lingkungan sekolah dinilai sangat strategis karena dapat membentuk karakter dan sikap demokratis sejak dini. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi siswa ketika kelak terlibat dalam pemilu dan pilkada sebagai warga negara yang memiliki hak pilih.

Bawaslu Kota Surakarta menilai bahwa pendidikan demokrasi tidak hanya cukup disampaikan melalui teori, tetapi perlu diwujudkan dalam praktik nyata yang dapat dirasakan langsung oleh peserta didik. Pemilos berbasis e-voting menjadi salah satu bentuk praktik tersebut.

Pelaksanaan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS di SMK Negeri 2 Surakarta berlangsung dengan lancar dan tertib. Ribuan siswa mengikuti proses pemungutan suara dengan antusias, menunjukkan tingginya partisipasi dan kesadaran akan pentingnya menggunakan hak pilih.

Pihak sekolah bersama panitia pelaksana telah melakukan persiapan secara matang, termasuk simulasi penggunaan sistem e-voting sebelum hari pelaksanaan. Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh siswa memahami tata cara pemungutan suara serta meminimalisasi kendala teknis.

Bawaslu Kota Surakarta mengapresiasi kesiapan SMK Negeri 2 Surakarta dalam menyelenggarakan Pemilos berbasis e-voting, serta sinergi yang terbangun antara sekolah dan penyelenggara pemilu dalam mendukung pendidikan demokrasi.

Melalui pendampingan Pemilihan OSIS ini, Bawaslu Kota Surakarta berharap dapat terus mendorong terwujudnya demokrasi yang berintegritas dan partisipatif, dimulai dari lingkungan pendidikan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu dalam melakukan penguatan demokrasi di luar tahapan pemilu. Bawaslu Kota Surakarta berharap pengalaman berdemokrasi yang diperoleh para siswa melalui Pemilos dapat menjadi bekal berharga dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dengan demikian, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Pendampingan Pemilihan OSIS di SMK Negeri 2 Surakarta ini menegaskan bahwa demokrasi dapat dibangun sejak dini melalui pendidikan yang tepat, partisipatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Sumber : https://indospektrum.com/bawaslu-solo-dampingi-pemilihan-osis-e-voting-di-smkn-2-surakarta-wujudkan-demokrasi-digital-sejak-dini/

Scroll to Top